Amores Perros


Judul : Amores Perros
Kru : director: Alejandro González Iñárritu; screenwriter: Guillermo Arriaga; cinematographer: Rodrigo Prieto; editors: González Iñárritu/Luis Carballar/Fernando Pérez Unda
Pemain : Vanessa Bauche (Susana), Gael García Bernal (Octavio), Umberto Busto (Jorge), Emilio Echevarria (El Chivo), Alvaro Guerrero (Daniel), Rodrigo Murray (Gustavo), Marco Perez (Ramiro), Jorge Salinas (Luis Miranda Solares), Goya Toledo (Valeria), Lourdes Echevarría (Maru), José Sefami ( Leonardo), Gerardo Campbell (Mauricio)
Durasi : 153 menit
Budget : USD 2 juta
Produksi : Zeta Film dan AltaVista Films
Rilis : 14 Mei 2000 (Cannes Film Festival)
Penghargaan : – Nominasi Best Foreign-Language Film Academy Award 2001
– Ariel Award for Best Picture
Rating : 8

Jangan kaget setengah mati kalo liat judulnya, amores perros. Terjemahan bebasnya adalah “love’s a bitch”. Film berbasis indie dan asli dari Meksiko ini gak berniat njelek-njelekin atau memprovokasi siapapun mengenai cinta. Ceritanya benar-benar murni untuk mengungkapkan kondisi masyarakat urban dan suburban di Meksiko. Kesamaan kontur demografis sebagai negara berkembang mungkin bisa jadi nilai tambah bagi kita sesama negara berkembang untuk lebih memahami setting ceritanya.

Seperti biasa, film yang bagus ceritanya cenderung akan mbulet juga alurnya. Sebagai pemanasan mungkin bisa lihat dulu alur film lokal seperti “Berbagi Suami”nya Nia Dinata. Pasti udah tahu maksudnya kan?. Oyi, nih film juga multiplot, alias banyak alur yang bakalan ketemu. Bedanya, “Amores Perros” plotnya bakal ketemu di ending, hampir sama kayak “Crash”nya Sandra Bullock, film indie yang juga tak kalah bagusnya.

Plot pertama bertitel “Octavio dan Susana”, yups, ceritanya tentang manusia bernama Octavio dan Susana, bukannya oki dan susi. Singkatnya Octavio ini ngebet pengin “selingkuh lari” sama seorang wanita. “Come away with me”, kata si Octavio pada gebetannya. Kabar buruknya, wanita tersebut, Susana adalah istri kakak kandungnya Octavio, Ramiro. Ramenya lagi, si Susana juga sudah punya anak. Dasar kadung cinta, mungkin Susananya juga terlanjur pusing sama suaminya, untuk mempermulus impiannya, si Octavio mulai mengikuti iklannya Bank Indonesia supaya rajin menabung plus kiatnya Jusuf Kalla untuk semakin giat bekerja, meskipun kerjanya adu anjing.

Plot kedua gak kalah serunya. Judulnya “Daniel dan Valeria”. Daniel dan Valeria merupakan pasangan yang klop plus plus. Maksudnya serasi dan kekayaannya bejibun mengingat si Daniel bekerja sebagai editor majalah sedangkan Valeria berstatus sebagai supermodel. Sebuah apartemen mewah dengan pemandangan billboard besar di seberang jendela bergambar dirinya cukup untuk menggambarkan kemewahan hidupvya. Sayangnya, kisah hidup mewah ini hanya sebentar karena dia kemudian terlibat kecelakaan yang memaksanya lumpuh.

Plot ketiga berjudul “El Chivo dan Maru”. Setting cerita secara drastis berubah ke kondisi kerasnya kehidupan jalanan. El Chivo, kerjanya sebagai hit man. El Chivo dulunya seorang anak manis yang masih menempuh pendidikan di sekolah guru, PGRI. Oh ya Maru yang masih imut-imut ini gebetannya si Chivo yang udah lama gak ketemu dan parahnya oleh keluarganya, Maru diberitahu bahwa Chivo udah mati. Cintanya si Chivo pun kandas di tengah jalan raya beneran.

Di mana ketiga plot ini bertemu? Cari aja sendiri.

Yang penting, jangan males dulu lihat durasinya yang 2,5 jam kayak film-film Bollywood. Gak bakalan rugi jika kita benar-benar mengikuti alur maju-mundurnya. Kualitas cerita, setting film, kekuatan emosi para pemainnya benar-benar membuat film ini berkualitas tanpa menafikkan kekurangannya.

Oh ya, bad news-nya, film ini mungkin ga bakalan ada di Indonesia. Dengar-dengar dulu sempat mampir ke Festival Film Jakarta, terus kalau ga salah liat juga pernah liat spanduknya di Mitra (alm.). So, cari aja di internet, ato kalo gak mau susah-susah, pinjem temen yang punya, kalo gak punya ya pinjem temennya temen yang punya, kalo gak punya lagi ya pinjem temenya temenmu yang punya temen yang punya film itu, kalo gak punya lagi yo, wis mboh lah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: