Umat Kristiani Maronit di Lebanon

Lebanon, negara dengan luas sekitar 10.400 km persegi terkenal dengan keindahan alamnya tapi berlarut-larut dengan konflik berkepanjangan. Menurut perkiraan per Juli 2006, jumlah penduduk Lebanon adalah 3.874.050 orang (Muslim 59,7 persen, Kristen 39 persen, dan lainnya 1,3 persen). Di Lebanon ada 17 sekte agama (baik Islam maupun Kristen) yang diakui.

Tiga kelompok yang memainkan peranan penting baik dalam kehidupan sosial politik maupun budaya Lebanon adalah Syiah, Druze dan Maronit. Sekarang warna kekuasaan semakin bercorak dengan keberadaan ”Hezbollah” . Pada perkembangannya golongan Maronit menjadi kelompok masyarakat paling dominan di Lebanon sampai pecahnya perang saudara. Hal ini tak lepas dari faktor historis dimana pada awal abad ke 12 Pasukan Perang salib dari Prancis masuk ke Lebanon dan menghubungkan mereka dengan Gereja Roma sampai sekarang.

Perang saudara (civil war) di Lebanon telah meletus sejak bulan April 1975 sampai tahun 1990 dan sisa-sisanya masih terasa masih sekarang walaupun telah diselesaikan melalui jalur politik. Pada mulanya konflik terjadi antara golongan Muslim yang didukung golongan Druze. dan gerilyawan Palestina melawan golongan Kristen. Golongan Druze sendiri sering disamakan dengan golongan Muslim, karena mereka berasal dari salah satu aliran Islam, yaitu Syiah Fathimiah. Namun ajaran-ajaran mereka , terutama yang fundamental dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Nama Druze diambil dari nama pemimpin mereka, Muhammad al-darazi.

Sejarah negara Lebanon modern dimulai setelah Perang Dunia I dimana Lebanon saat itu berada di bawah kekuasaan sekutu. Kemudian kekuasaan wilayah ini diberikan kepada Prancis, dan pada tahun 1920 dibentuklah negara Lebanon Raya. Sedangkan kemerdekaan secara penuh diberikan pada Desember 1943.

Konflik yang berlarut-larut telah menghancurkan infrastruktur Lebanon waktu itu. Dan invasi Israel ke Lebanon tahun lalu sangat memukul keadaan domestik yang telah dibangun sedikit demi sedikit setelah Perang Saudara puluhan tahun. Ini tak lepas dari eskalasi konflik yang semula hanya konflik domestik antara golongan Kristen dan Islam menjadi konflik antar berbagai kepentingan terutama dari dunia luar.

Jika diklasifikasikan secara geografis, keberadaan umat Kristiani Maronit di Lebanon ini termasuk sebagai Gereja Timur hasil pengembangan dari pusat-pusat gereja Timur seperti Konstantinopel, Alexandria, Anthiokia, dan Yerusalem. Dari berbagai literatur disebutkan bahwa bangsa Maronit ini didirikan oleh Santo Maron pada abad ke 4, dan sampai sekarang semua umat Maronit tergabung dalam Gereja Maronit karena memang tidak memiliki aliran  gereja lainnya. pemimpin spiritual pemeluk Kristiani Maronit Lebanon sekarang adalah Kardinal Nasrallah Sfeir.

Dengan jumlah umat Kristiani yang mencapai lebih dari 7 juta umat, sekitar 6 juta tinggal di luar negeri, Lebanon mempunyai sepuluh keuskupan di Lebanon sendiri, tiga di Syria, dua di AS, dan masing-masing satu di Siprus, Mesir, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, dan Meksiko.

Walaupun Maronit menggunakan bahasa Syria maupun Arab dalam ibadahnya, hubungan dengan Roma semakin erat. Tahun 1580 untuk pertama kalinya di Lebanon dibentuk Dewan Gereja dengan bantuan Paus. Selain Maronit, kelompok Kristen besar lainnya adalah Ortodok Yunani. Gereja Katholik Roma, seperti yang tersurat dalam Dekrit Tentang Gereja-Gereja Timur Katholik tahun 1964, sangat menghargai lembaga-lembaga, upacara-upacara liturgi, tradisi-tradisi gerejawi dan tata-laksana hidup kristen dalam gereja – gereja Timur. Sebab semuanya itu mempunyai keunggulan sebagai warisan zaman kuno yang terhormat, menampilkan tradisi yang melalui para Bapa Gereja berasal dari para Rasul, dan merupakan sebagian dalam pusaka perwahyuan ilahi.

Sebenarnya penggunaan term ”Kristen Maronit” seperti yang lazim digunakan oleh berbagai media massa masih bisa diperdebatkan (debatable) mengingat istilah ”Katholik Maronit” sebenarnya lebih tepat digunakan. Tapi ini juga menjadi dilema tersendiri karena Gereja-gereja Timur seperti Koptik Mesir, Nestorian Persia, maupun Maronit Lebanon secara tradisi tidak sepenuhnya katholik maupun Kristen a la Barat. Kaum akademisi teologi barat lebih sering memakai istilah ortodok maupun gereja Timur.

5 Responses

  1. Kristen Maronit tidak perlu diperdebatkan, jika sepanjang mengajarkan tentang ajaran Yesus Kristus dan tidak mempertentangkan isi Alkitab.

  2. Ingat, bahwa Yesus Kristus dalam naungan Roh Allah, Yesus Kristus merupakan Yahudi Sejati, Firman yang Hidup.

  3. jangan pernah ada perbedaan di antara kita.
    dan jangan membuat perbedaan kalau toh masih sama sama anak Tuhan Yesus Kristus.

  4. suatu wajah kekristenan yang kontekstual, dan bukan berupaya untuk menghakimi, melainkan sebuah upaya untuk merangkul perbedaan dan konteks.

    • trims atas comment-nya, karena dinamika dan heterogenitas kekristenan yang sangat tinggi, maka menjadi sebuah keniscayaan untuk melihatnya dari berbagai perspektif…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: