Review on Schumpeter: The Health Care Squeeze (The Economist 27 Maret 2010)

Healthcare-Education-Industry-Banner-1

Dengan tagline: “Business is right to be scared by the costs of Obamacare”, kolom Schumpeter di The Economist kali ini mengemukakan suatu pertanyaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, apakah korelasi antara kebijakan jaminan kesehatan (Obamacare) dengan sektor ekonomi dan industri di Amerika Serikat berujung positif atau negatif?

Program jaminan kesehatan universal bagi rakyat Amerika Serikat, yang telah diloloskan oleh kongres dan ditandatangani Presiden Obama pada 23 Maret 2010, disebut Review Schumpeter sebagai perubahan terbesar AS sebagai negara kesejahteraan (welfare state) sejak tahun 1960-an.

Obamacare tidak hanya berdampak bagi sekitar 46 juta masyarakat AS yang selama ini tidak terjangkau oleh layanan jaminan kesehatan, tapi juga merubah secara konkrit paradigma tanggungjawab sosial. Untuk pertama kalinya, beban dan tanggungjawab pelayanan kesehatan diberikan porsi lebih kepada pihak swasta, terutama perusahaan, bukannya individu atau pemerintah. Perusahaan dengan pekerja lebih dari 50 orang secara hukum sekarang wajib memberi asuransi kesehatan kepada karyawannya atau menghadapi denda yang cukup besar.

Para pelaku bisnis pantas merasa was-was terhadap Obamacare ini karena signifikansi biaya yang harus dikeluarkan bagi pos anggaran baru ini. Di sisi area kebijakan, kritisi senada juga datang dari Partai Republik yang merasa belum kalah perang. Wacana yang diangkat bukan lagi apa yang akan dilakukan dengan Obamacare ini, tapi bagaimana jika Obamacare ini gagal. Sederet kata-kata horor, seperti “nasionalisation”, “socialisation” dan “death panels”, telah dipilih untuk dikemukakan sebagai amunisi melawan undang-undang jamkesmas ini.

Nada-nada kekhawatiran juga muncul dari kelompok konservatif yang mengajukan argumen bahwa individu yang seharusnya memikul tanggungjawab lebih besar dalam jaminan kesehatan, bukan institusi yang menaunginya, karena potensi kegagalan mengontrol pembiayaan tersebut. Belum lagi potensi pembiayaan di tingkat anggaran pemerintah yang menanggung separuh dari Obamacare ini. Tetapi Presiden Obama tetap bergeming.

Relasi biaya sosial dan perusahaan di AS ini semakin menarik tatkala kita melihat sisi historis yang dikemukakan Schumpeter. Disebutnya sebagai “kecelakaan sejarah”, bahwa dulu para majikan menawarkan asuransi kesehatan pada masa Perang Dunia II untuk menarik calon karyawan.Insentif yang sangat menarik tatkala saat itu pemerintah yang menetapkan berapa gaji karyawan. Program asuransi dan jaminan kesehatan kepada karyawan ini semakin mantap dan meluas ketika perusahaan multinasional AS merajai pasar internasional.

Kondisi ideal seperti itu tentu tidak akan kita jumpai belakangan ini. Badai krisis ekonomi dan moneter disertai skandal keuangan bertubi-tubi menimpa sektor perekonomian. Tingkat kompetisi internasional juga semakin ketat. Banyak perusahaan besar “sesak napas” jika mengikuti resep Obamacare. Seperti General Motors yang menggerutu karena sektor kesehatan ini akan menambah biaya sebesar $1500-2000 di setiap kendaraan yang diproduksi di AS. Kabar buruk juga semakin terbayang tatkala peneliti di RAND Corporation mempublikasikan hasil penelitiannya di 38 industri selama 19 tahun mulai 1986, dan menyebutkan bahwa industri yang memberi proporsi lebih banyak terhadap sektor kesehatan akan berkembang lebih lambat daripada perusahaan yang memberi proporsi lebih sedikit terhadap sektor ini.

Perhitungan di atas kertas menghasilkan angka-angka yang lebih seram lagi. Gross Domestic Product (GDP) yang diberikan kepada sektor kesehatan semakin membengkak. Pada tahun 1962 mencapai 5 persen. Sekarang sudah mencapai 16 persen. Bandingkan dengan perkiraan biaya kesehatan yang mencapai 20 persen dari GDP pada tahun 2017, dan 25 persen pada 2025.

Di akhir pembahasannya, Review Schumpeter mencoba mewacanakan sisi positif dan optimismenya terhadap Obamacare ini bagi perkembangan ekonomi. Pemerintah, meskipun dipandang kecil perannya, telah berusaha melindungi sektor bisnis dari dampak Obamacare. Perusahaan dengan karyawan kurang dari 50 orang tidak diwajibkan untuk menanggung pembiayaan kesehatan karyawan. Perusahaan skala kecil juga bisa membeli asuransi dengan harga diskon.

Terus, bagaimana dengan usaha Partai Republik melawan Obamacare ini?

Review Schumpeter menunjukkan dua hal penting terkait dengan program reformasi kesejahteraan masyarakat di Amerika. Yang pertama adalah regulasi baru yang menyangkut kesejahteraan masyarakat hampir tidak mungkin untuk langsung dicabut. Kedua, pemeriksaan dan penyelidikan mendalam terhadap sesuatu yang sangat kompleks dan rumit seperti Obamacare ini hanya terjadi sepanjang satu generasi saja, tidak lebih. Dan sektor bisnis beserta pelakunya, akan menyesuaikan dengan berbagai konsekuensi Obamacare dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: