Bedah Buku ”5 Tokoh Penggerak Bangsa” di Hari kebangkitan Nasional

GERRY VAN KLINKEN Alpha Amirrachman1

Bertempat di aula pertemuan Student Center GMKI Surabaya kamis(20/05) siang, Solidaritas generasi Muda untukIndonesia(Solagradsia) mengadakan peringatan Hari Kebangkitan nasional dengan mengulas buku baru dari Gerry van Klinken berjudul “5 Tokoh Penggerak Bangsa yang Terlupakan: Nasionalisme Minoritas Kristen”.

Bertindak sebagai narasumber, adalah Peter A. Rohi, jurnalis senior sekaligus pelaku sejarah yang sangat peduli dengan perjuangan umat Kristen dalam konteks berbangsa dan bernegara. Buku Gerry van Klinken, akademisi dari Universitas Leiden yang berlatarbelakang pendidikan fisika ini, disadur dari judul aslinya terbitan tahun 2003 berjudul “Minorities, Modernity and the Emerging Nation: Christian in Indonesia”.

Dalam pemaparannya, Peter A. Rohi, yang akrab dipanggil “om peter” oleh para juniornya mengemukakan bahwa sejarah bangsa ini memang mencatat tokoh-tokoh Kristen berperan penting dan signifikan dalam perjuangan kemerdekaan. Beliau bahkan lebih dalam dengan ingatannya yang masih kuat mencatat perang 10 November sebagai awal revolusi Indonesia dan dibelakangnya, orang-orang Kristen mengambil tempat dan berjuang demi kemerdekaan bangsa. Beliau mencontohkan gelora perjuangan dari laskar wanita di Surabaya Utara yang dipimpin oleh Fransisca Fangidae dan perlawanan kaum pemuda di bawah komando Soemarsono.

Mengenai kelima tokoh yang dibahas oleh buku Gerry van Klinken ini, Peter A. Rohi mencatat bahwa Ignatius Kasimo, GSSJ Ratulangi, Todung Sutan Gunung Mulia, Soegijapranata, dan Amir Syariffudin, pantas digelari pahlawan, walaupun tentu mereka bukan satu-satunya tokoh kristen yang rela berjuang demi bangsa ini.

Ignatius Joseph Kasimo dulu berperan penting dalam Perjanjian Linggarjati dan terkenal sebagai pribadi yang tidak ingin berkonflik. Sutan Gunung Mulia berperan penting dalam dinamika pendidikan dan tercatat perannya dalam menyusun ensiklopedi Indonesia. Sementara itu, GSSJ Ratulangi yang terkenal cerdas dan berlatar belakang doktor matematika, bersama Kasimo dan Gunung Mulia juga berjuang dalam Dewan Rakyat (Volksrad).

Soegijapranata merupakan tokoh Katolik lain yang menjadi uskup pribumi dan berjuang lewat institusi gereja. Tokoh yang paling kontroversial tentu Amir Syarifuddin. Dia adalah orang Kristen yang menduduki pernah menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan dengan dua kali menjadi perdana menteri. Sayang dia dieksekusi dengan tuduhan terlibat pemberontakan Madiun 1948.

Dibalik pembahasan kelima tokoh itu, muncul nada-nada kekhawatiran bahwa generasi muda kristen sekarang akan melupakan tokoh-tokoh, bahkan sejarah bangsa ini. Peter A. Rohi sebagai generasi yang masih bersentuhan secara langsung maupun tidak langsung dengan api revolusi Indonesia mengungkapkan masalah akan lebih kompleks lagi karena sejarah yang selama ini kita pelajarai banyak yang telah terdistorsi hanya untuk kepentingan politik dan kekuasaan. Karena itulah beliau menekankan juga pentingnya pelurusan sejarah, selain pengingatan sejarah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: