Lima Sentimeter per Detik (秒速5センチメートル)

5_cm_per_second_movie_picture_8_by_muckieh-d4gahec

Anda tahu berapa kecepatan rata-rata bunga sakura yang berjatuhan di Jepang? Lima sentimeter per detik adalah jawabannya, tentu saja dengan asumsi variabel-variabel lain, seperti gravitasi, angin, tekanan udara, temperatur, dan lain-lain bersifat ceteris paribus.

Jika anda tidak percaya dengan data di atas tidak masalah. Satu hal yang pasti data tersebut tidak diambil dari acara fisikanya Prof. Yohanes Surya ataupun Harun Yahya The Series, tapi dari sebuah film animasi Jepang dengan judul yang sama dan dirilis pada 3 Maret 2007. Apa yang menarik dari film ini?

Pertama tentu kualitas detail animasi dan sisi realistik yang memang ditonjolkan oleh sang sutradara Makoto Shinkai. Mungkin ini adalah salah satu kualitas gambar animasi terbaik, dalam artian tetap berwujud animasi, tidak ”menjadi manusia” seperti yang kita lihat di film animasi Amerika, Avatar.

Kedua, kekuatan cerita, baik alur, tokoh, sampai yang paling heboh adalah endingnya yang percaya atau tidak, walaupun tokoh utama prianya tersenyum di akhir cerita, membuat sebagian orang hanya menggelengkan kepala, meratapi nasib yang mungkin sebelas-duabelas dengan cerita film ini, sampai memberi sumpah serapah sebagai tanda ketidakpuasan atas ending cerita. Contoh ekspresi yang terakhir bisa anda lihat di salah satu review film ini di situs IMDb. Mungkin saking geramnya penulis preview ini menulis dengan menggunakan huruf kapital semua: “The Ending Blew, I Want My Money Back”, dengan tiga tanda seru di akhir tulisan tersebut.

Dengan genre film drama, atau lebih tepatnya drama yang penuh balada, cerita berfokus pada relasi antara dua tokoh utama, Tōno Takaki (遠野 貴樹)dan Shinohara Akari (篠原 明里).Di tengah-tengah plot cerita ada lagi satu tokoh tambahan yang juga tidak kalah menderitanya karena one sided love dengan Takaki, Sumida Kanae (澄田 花苗). Ketiga karakter inilah yang akan menjadi sentral dalam plot cerita yang dibagi dalam tiga segmentasi: Cherry Blossom, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second.

Alkisah Takaki berteman dengan Akari sejak kecil. Akari kecil yang pendiam dan sabar, akibatnya sering di-bully teman sekelasnya, hanya mempunyai seorang teman yang selalu menolongnya, yaitu Takaki. Beranjak ke pendidikan yang lebih tinggi Akari harus berpisah dengan Takaki. Sejak saat itu, masa-masa balada dimulai. Dengan setting awal tahun 1990-an sangat gampang untuk membayangkan bagaimana mereka selalu berkirim surat lewat pos atau berkomunikasi lewat telepon umum. Sampai akhirnya di masa remajanya mereka mengekspresikan relasi spesial mereka dengan perjuangan Takaki yang dramatis untuk bertemu Akari di tengah hujan salju.

Di jenjang pendidikan menengah, Takaki yang pindah ke daerah yang terkenal sebagai tempat peluncuran roket luar angkasa Jepang, Tanegashima. Di sekolah barunya Takaki bertemu dengan Sumida Kanae yang ngebet dengan Takaki at first sight. Sampai akhir cerita, baik relasi Takaki-Akari maupun Takaki-Kanae tidak mencapai resolusi yang baik, dalam artian happy ending. Kanae seakan menyerah untuk menjalin relasi dengan Takaki begitu melihat Takaki begitu terobsesi pada hal yang lain. Akari secara sekilas juga sudah menentukan sikap untuk menjalin relasi dengan orang lain selain Takaki. Apalagi Takaki seakan depresi karena tidak bisa move on dari relasinya sejak masa kecil dengan Akari sehingga komplit sudah film penuh balada ini.

Kemudian apa the moral of this story? Sulit untuk menjawabnya karena seperti film-film Jepang dan Korea bergenre drama pada umumnya, penggambaran sisi antagonis sangat kabur, seakan-akan setiap cerita mengusung misi moralitas kebudayaan yang membuat penggambaran tokoh antagonis tidak terlalu jahat atau bahkan mengalami resolusi yang menyebabkannya bisa dimaafkan kembali dalam perspektif moralitas kolektif. Bahkan dalam cerita ini dipastikan tidak ada tokoh antagonis. Tidak ada yang bisa menyalahkan pilihan-pilihan sikap Takaki, Akari, maupun Kanae, baik itu secara sosial maupun personal. Semuanya sangat realistis, bahkan terlalu realistis.

Suka atau tidak suka inilah 5 Centimeters per Second: a chain on short stories about their distance.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: