Lanskap Keagamaan Dunia: Laporan The Pew Forum on Religion & Public Life 2012

symbols

Dalam sebuah laporan panjang dan sistematis, lembaga think-thank mengenai isu-isu keagamaan yang berbasis di Amerika Serikat, Pew Forum on Religion & Public Life, mengungkap lanskap global mengenai keagamaan dunia dengan mendasarkan diri pada data sensus tahun 2010.

Laporan ini menyajikan secara umum bagaimana jumlah dan persebaran umat beragama di seluruh belahan dunia. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari angka-angka yang dihasilkan laporan ini, dalam artian tidak ada hasil yang mengejutkan secara signifikan. Jumlah umat agama-agama besar (Kristen, Islam, Budha, Hindu, dan Yudaisme/Yahudi), masih konstan pertumbuhannya, demikian pula dengan jumlah orang yang tidak beragama yang juga terus berkembang.

Jika kita menyimak satu per satu, maka hasil secara umum adalah sebagai berikut. Agama Kristen (baik itu Kristen maupun Katolik), masih menjadi yang terbesar dengan jumlah penganut mencapai 2,2 milyar atau 31,5% dari total populasi dunia, Islam sejumlah 1,6 milyar umat (23,2%), Hindu dengan 1 milyar penganut (15%), Budha dengan hampir 500 juta pemeluk, serta Yudaisme yang dianut oleh 14 juta orang di seluruh dunia (0,2%).

Untuk agama-agama di luar tersebut yang mempunyai kuantitas pemeluk relatif sedikit dalam ukuran global, dimasukkan dalam klasifikasi agama-agama lain (termasuk diantaranya adalah Baha’i, Shintoisme, Taoisme, Tenrikyo, Wicca, dan Zoroastrianisme) yang jumlahnya mencapai 58 juta (0,8%). Jumlah lain yang cukup signifikan adalah mereka yang menganut agama rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai aliran kepercayaan, yang secara global mencapai 400 juta (5,9%). Jumlah yang besar pada aliran kepercayaan ini perlu dicatat bahwa klasifikasi ini juga mencakup aliran-aliran kepercayaan yang ada di benua Afrika, Cina, Amerika, dan Aborigin di Australia.

Studi ini juga mencatat jumlah masif dari mereka yang tidak mengidentifikasikan dirinya dengan agama atau kepercayaan tertentu (perlu dipahami juga bahwa dalam klasifikasi ini juga termasuk kelompok atau individu yang memang tidak mau mengidentifikasikan atau menyebut apa yang dipercayainya dengan klasifikasi agama atau kepercayaan tertentu). Secara awam mereka disebut atheis, atau dalam bahasa yang lebih populer adalah “The Nones”. Sebutan yang sebenarnya cukup ambigu, tapi membantu dalam membuat klasifikasi secara umum. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, menurut studi ini mencapai 1,1 milyar atau 16% dari total populasi dunia. Jika kita sandingkan dengan kelompok agama-agama besar tadi, maka kelompok ini akan mendapat peringkat tiga dibawah umat Kristen dan Islam.

Dari data persebarannya, umat Kristen menjadi kelompok mayoritas di Amerika Utara (266.630.000 umat atau 12,3% dari total umat Kristen di seluruh dunia), Amerika Selatan & Amerika Tengah (531.280.000 pemeluk atau 24,4%), Eropa (558.260.000 atau 25,7%), dan di wilayah Afrika Sub-Sahara (517.340.000 atau 23,8%). Sedangkan untuk wilayah Asia Pasifik, umat Kristen masih menjadi minoritas dalam aspek kuantitas (286.950.000 atau 13,2%), sedangkan untuk sebaran paling minor ada di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (12.710.000 atau 0,6%).

Jika dilihat per-negara, maka 10 negara dengan penduduk Kristen terbesar di dunia adalah Amerika Serikat (243.060.000 pemeluk atau 11,2% dari total umat Kristen di dunia), Brasil (173.300.000 atau 8%), Meksiko (107.910.000 atau 5%), Rusia (104.750.000 atau 4,8%), Filipina (86.370.000 atau 4%), Nigeria (78.050.000 atau 3,6%), Cina (68.410.000 atau 3,1%), Republik Demokratik Kongo (63.210.000 atau 2,9%), Jerman (56.540.000 atau 2,6%), dan Ethiopia (52.070.000 atau 2,4%).

Agama besar lainnya, Islam, dilihat dari peta persebarannya ditemukan dalam jumlah yang besar di wilayah Asia Pasifik (985.530.000 pemeluk atau 61,7% dari total populasi umat islam di dunia), Timur tengah dan Afrika Utara (317.070.000 atau 19,8%), dan Afrika Sub-Sahara (248.110.000 atau 15,5%). Wilayah lain yang juga mempunyai jumlah cukup signifikan adalah Eropa (43.490.000 atau 2,7%). Sedangkan di Amerika Utara (3.480.000 atau 0,2%) dan Amerika Selatan dan Tengan (840.000) jumlah umat Islam bisa dikatakan relatif sedikit.

Untuk persebaran per-negara, maka 10 negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia sebagai berikut: Indonesia (209.120.000 umat atau 13,1% dari total populasi umat Muslim dunia), India (176.190.000 atau 11%), Pakistan (167.410.000 atau 10,5%), Banglades (133.540.000 atau 8,4%), Nigeria (77.300.000 atau 4,8%), Mesir (76.990.000 atau 4,8%), Iran (73.570.000 atau 4,6%), Turki (71.330.000 atau 4,5%), Aljazair (34.730.000 atau 2,2%), dan Maroko (31.940.000 atau 2%).

Dua rumpun agama timur, Hindu dan Budha, sama-sama terkonsentrasi para pemeluknya di wilayah Asia Pasifik. Hindu di wilayah ini mencapai jumlah pemeluk sebesar 1.025.470.000 dengan 94,3% diantaranya, atau sejumlah 973.750.000, berada hanya di satu negara: India. Budha memiliki persebaran pemeluk yang lebih merata di wilayah Asia pasifik. Dari total 481.290.000 pemeluk, Cina berada di urutan pertama dengan pemeluk Budha terbesar dengan jumlah 244.130.000 (atau 50,1% dari total pemeluk Budha di seluruh dunia), diikuti Thailand sebesar 64.420.000 pemeluk (13,2%), Jepang sejumlah 45.820.000 pemeluk (9,4%), dan Myanmar dengan jumlah pemeluk Budha sebesar 38.410.000 (7,9%).

Catatan cukup menarik tatkala melihat jumlah dan persebaran agama Yahudi atau Yudaisme secara global. Mengingat status agama Yudaisme yang cukup ekslusif (dalam artian tidak terbuka), data yang muncul dan menyebutkan bahwa jumlah umat Yudaisme di luar Israel lebih besar daripada yang ada di dalam israel sendiri mengandung implikasi politik dan sosial budaya tertentu. Dari total 14 juta pemeluk Yudaisme, Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan komunitas terbesar dengan jumlah 5.690.000 atau sekitar 41% dari total umat Yudaisme seluruh dunia. Dengan jumlah yang tidak terlalu berbeda, Israel mencatat jumlah 5.610.000 atau sekitar 40%. Negara-negara lainnya dimana komunitas Yudaisme berada adalah Kanada (350.000 atau 2,5%), Prancis (310.000 atau 2,3%), Inggris Raya (280.000 atau 2%), Jerman (230.000 atau 1,7%), Rusia (230.000 atau 1,6%), Argentina (200.000 atau 1,5%), Australia (110.000 atau 0,8%), dan Brasil (110.000 atau 0,8%).

Ada banyak variabel lain yang bisa memperkaya wawasan kita dan cukup signifikan bagi studi-studi ke depannya, diantaranya adalah tingkat rata-rata usia, bagaimana implikasi sosial dari jumlah pemeluk suatu agama tertentu di suatu negara yang bisa sangat sensitif (seperti di Nigeria), juga tak kalah pentingnya adalah bagaimana pergeseran jumlah pemeluk agama tertentu (murni karena natalitas/kelahiran atau karena misi keagamaan yang berhasil mengkonversi pemeluk agama lain). Dan tak kalah menariknya adalah bagaimana trend kelompok Atheis di seluruh dunia, mengingat jumlahnya yang terus meningkat, sedangkan di titik ekstrim yang lain, fundamentalisme keagamaan di belahan bumi lain juga masih menjadi pertanyaan yang harus segera dijawab oleh komunitas keagamaan global.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: