A Small Tale about One’s Intention

higashino

A Small Tale about One’s Intention (Chiisa na Koi no Monogatari) merupakan satu dari sebelas rangkaian cerita tak berhubungan “Higashino Keigo Mysteries /HKM”. HKM sendiri mulai tayang sejak bulan Juli 2012 di Fuji TV dengan genre drama misteri yang kental dengan dunia pembunuhan maupun cerita a la detektif lengkap dengan semua atributnya.

Menariknya, A Small Tale about One’s Intention yang menjadi kisah delapan tidak menonjolkan unsur pembunuhan, maupun unsur heroisme aktor dalam menyelesaikan kasus pembunuhan. Cerita romansa dan persahabatan remaja yang boleh dibilang datar dan klasik, menjadi landasan bagi sebuah kisah dengan detail dan simbolisme yang menawan dari kisah yang diambil dari novel Hannin no Inai Satsujin no Yoru karya Higashino Keigo.

Ada tiga tokoh utama dalam cerita ini, Miura Haruma sebagai Nakaoka Ryo, Haru sebagai Saeki Yoko, dan Ohno Takuro sebagai Yukihara Tatsuya. Ditambah satu tokoh pendukung Miyoshi ayaka sebagai Kasai Miyoko. Semua tokoh ini berada dalam satu sekolah yang sama. Bahkan Ryo, Yoko, dan Tatsuya selalu bersama sejak sekolah dasar. Persahabatan erat mewarnai perjalanan mereka dan mencapai tahap yang kompleks begitu mereka menginjak remaja.

Ryo menyimpan perhatian khusus terhadap Yoko, yang sudah menjalin hubungan asmara dengan sahabat terbaik Ryo, Tatsuya. Tatsuya dengan segala kelebihannya, menjadi salah satu anak paling populer di sekolah. Dia menjadi kapten tim sepakbola, terkenal, dan merebut perhatian seorang anak pemalu dalam klub seni sekolah bernama Kasai.

Dalam alur kisah yang normal hampir tak ada yang bersifat “luar biasa” selain konflik antar pribadi. Tapi suasana cerita menjadi tegang tatkala sang kapten, Tatsuya, jatuh dari atap sekolah dan langsung meninggal. Ryo, yang melihat bahwa Tatsuya tidak punya satu alasan pun untuk bunuh diri, bersikeras menyelidiki kejadian ini walaupun pihak sekolah dan keluarga sudah ikhlas dengan status bunuh diri. Tekad Ryo juga tak surut meskipun Yoko, yang notabene kekasih Tatsuya, kelihatan berusaha menerima keadaan dan menghalangi investigasi Ryo.

Satu-satunya petunjuk yang dimiliki Ryo adalah kecurigaannya terhadap anggota klub seni di sekolahnya, Kasai. Kasai menunjukkan perilaku aneh setelah kematian Tatsuya, meskipun dia tak punya hubungan apapun dengannya. Usaha Ryo berakhir tatkala Kasai hampir melakukan perbuatan yang membahayakan hidupnya setelah sebelumnya mengatakan bahwa dialah yang menjadi penyebab kematian Tatsuya. Melihat bahwa usaha mencari penyebab kematian Tatsuya bisa berakibat jauh, Ryo dan Yoko sepakat untuk tidak membicarakan lagi kasus ini. Hidup mereka berlanjut sampai lulus sekolah dengan memendam perasaan mereka sendiri-sendiri.

Cerita tidak berhenti di sini. Takdir mempertemukan kembali Ryo dan Yoko di hari peringatan kematian Tatsuya. Dengan mengumpulkan segenap keberanian dan perasaan yang tak menentu sebagai akumulasi dari keingintahuannya, Ryo menanyakan kepada Yoko apakah dia bersama Tatsuya tepat sebelum jatuh dan meninggal. Akhirnya Yoko menceritakan kronologis peristiwa saat itu sehingga Tatsuya jatuh, dan yang paling krusial rentannya hubungan antara dia dan Tatsuya, sehingga Yoko memutuskan untuk berpisah dari Tatsuya. “I killed your best friend, Ryo-chan”, adalah perkataan Yoko yang langsung membuat Ryo tidak bisa berbicara lagi.

Terlebih Yoko membuat suatu pengakuan ironis mengapa dia ingin meninggalkan Tatsuya adalah karena telah menemukan orang yang tepat, dan orang itu adalah Ryo. Pengakuan yang seakan menjadi akhir dunia bagi Ryo yang sadar bahwa perhatiannya selama ini kepada Yoko ternyata tidak menemui ruang hampa. Entah harus bersikap apa yang jelas Yoko selama ini juga merasa bahwa perhatiannya terhadap Ryo tidak akan bersambut, sama seperti Kasai yang hanya ingin melihat sebentar wajah Tatsuya.

Dan semua cerita tentang sedikitnya perhatian ini berakhir tragis: kematian seorang sahabat. Tidak ada yang membunuh Tatsuya, dalam artian sengaja membunuhnya. Kasai yang memantulkan cahaya yang membuat Tatsuya hilang keseimbangan tidak pentas menjadi pembunuh hanya karena ingin Tatsuya melihatnya. Yoko yang mengaku bahwa dialah penyebab utama Tatsuya tewas juga tidak layak mendapat satus pembunuh hanya karena telah membuat Tatsuya putus asa dan kehilangan akal sehatnya. Nyaris tidak ada peran antagonis, demikian pula sebaliknya tidak ada tokoh protagonis begitu melihat twist di akhir cerita bahwa Tatsuya sebenarnya menyadari bahwa Yoko telah menaruh perhatian terhadap sahabat terbaiknya, Ryo. Rangkaian cerita tentang perhatian dan perasaan seseorang yang tragis ini tidak menjadi misteri pembunuhan, tapi misteri kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: